50ribu Siswa SD dan SMP Grebek Sarang Nyamuk

Ancaman penyakit demam berdarah melalui nyamuk Aedes Aegypti menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pacitan. Bupati Pacitan telah mencanangkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk memutus berkembangbiaknya jentik nyamuk.

Dinas Pendidikan mendukung kegiatan tersebut dengan melakukan gerakan serentak PSN di lingkungan sekolah. Gerakan ini dimulai sejak hari ini (11/12) sampai tanggal 17 Desember 2021.

Sejumlah 1.400 sekolah PAUD, SD, dan SMP secara serentak melaksanakan kegiatan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) di lingkungan sekolah. Sedangkan siswa SD dan SMP yang berjumlah sekitar 5rb anak, melaksanakan kegiatan di rumah masing-masing.

Disediakan tautan (google form) bagi sekolah dan siswa untuk memudahkan laporan kegiatannya. Sekolah dan siswa juga bisa mempublikasikan kegiatan ini melalui Instagram sekolah, guru, atau siswa.

Kepala Dinas Pendidikan, Daryono, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk melindungi siswa dan guru agar tidak terkena Demam Berdarah. “Sengaja saya libatkan siswa, agar menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan,” ungkapnya. (Dinaspendidikan/DiskominfoPacitan).

Ketat!! 1.554 Peserta Rebutan Formasi PPPK Guru

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah merilis ketentuan pelaksanaan seleksi kompetensi tahap 2 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru 2021.

Ketentuan tersebut tertuang dalam pengumuman bernomor 7464/B/GT.01.00/2021 yang diunggah pada laman http://gurupppk.kemdikbud.go.id. Sejumlah 1.554 peserta memperebutkan formasi untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peserta adalah sekurang-kurangnya harus melakukan rapid test antigen dengan hasil non reaktif/negatif yang dilakukan maksimal satu hari sebelum melakukan seleksi kompetensi. Tetap menjaga protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan, Julianto, kemarin (06/12) meninjau pelaksanaan rapid antigen di SMKN 2 Pacitan. “Sejauh ini pelaksanaannya lancar, semua peserta hadir dan tidak ada yang reaktif,” ujarnya.

Seleksi kompetensi akan dilaksanakan pada tanggal 7 s.d 10 Desember 2021. Setiap harinya akan ada 2 sesi yakni pukul 07.00 WIB dan 13.00 WIB. Masing-masing sesi dibagi menjadi 2 tahapan. Tahap pertama yaitu persiapan selama 60 menit dan pelaksanaan ujian selama 2 jam 50 menit. Adapun tempat pelaksanaannya berada di SMAN 1 Pacitan, SMKN 1 Pacitan, dan SMKN 2 Pacitan.

Khusus untuk jenjang Pendidikan Dasar (SD dan SMP), dari 1.041 formasi PPPK Guru di Kabupaten Pacitan, sebanyak 555 formasi sudah terisi pada seleksi tahap 1. Sisa formasi sejumlah 486 akan diperebutkan oleh pendaftar di tahap 2.

Hal terpenting yang harus diperhatikan oleh peserta adalah jangan sampai datang terlambat. Jika peserta terlambat lebih dari 15 menit maka tidak diperkenankan mengikuti ujian.

Bagi peserta yang tidak hadir ke lokasi TUK pada sesi yang ditentukan karena alasan kesehatan (rapid test reaktif, Positif Covid 19/Sakit/Melahirkan) atau karena alasan Kasus Khusus/Keadaan Kahar (Kondisi Geografis, Transportasi, Bencana Alam, dan lainnya) wajib menyampaikan laporan tertulis kepada Penanggung jawab lokasi TUK dengan menyertakan alasan dan bukti.

Selanjutnya Pengawas utama dan/atau Penanggung Jawab lokasi memberikan rekomendasi untuk menentukan apakah peserta dapat mengikuti sesi susulan. (Dindikpacitan/DiskominfoPacitan).

“STEAM” Pendekatan Pembelajaran Abad 21

Upaya peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik PAUD di bidang Teknologi, Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan melaksanakan Bimbingan Teknis pembelajaran Science, Technology, Engneering, Art, dan Mathematic (STEAM) dengan Media Loosepart. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Makan SEHAT JLS.

Metode STEAM dengan bahan Loose Part, yakni metode yang menggunakan bahan ajar berasal dari bahan bekas yang mudah dipindahkan, dimanipulasi dan cara penggunaannya ditentukan oleh anak. Bertindak sebagai narasumber adalah personil dari Balai Pengembangan PAUD dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Jawa Timur dan Narasumber daerah yang kompeten.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan, Daryono menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menerapkan metode pembelajaran STEAM. Salah satunya melalui pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) menggunakan bahan yang ada di sekitar. “APE yang dibuat sendiri oleh guru akan menghemat biaya yang dikeluarkan satuan PAUD,” tambahnya.

Bunda PAUD Kabupaten Pacitan, Efi Suraningsih hadir secara langsung untuk membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa guru adalah pilar pendidikan, sehingga kompetensi guru harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan zaman, “Guru harus bisa menciptakan pembelajaran yang inovatif,” tandasnya.

Ririh Enggar Murwati, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) berharap, tindak lanjut dari kegiatan ini adalah peserta bisa menerapkan dan mengimbaskan di seluruh satuan PAUD di wilayahnya. Sehingga layanan PAUD yang berkualitas di Kabupaten Pacitan dapat terwujud.

Sebelum acara ditutup, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pojok baca pada 10 satuan PAUD berupa almari dan buku bacaan berasal dari APBN Tahun 2021. “Alhamdulillah, bisa menambah koleksi buku dan menumbuhkan minat baca pada anak dan orang tua,” ucap syukur Desi Mulanawati, salah satu peserta Bimtek sekaligus penerima bantuan. (Dindikpacitan/DiskominfoPacitan).

Sejahtera dan Bahagia melalui Seni Budaya

Masa Pandemi Covid-19 tidak berarti harus berdiam diri tanpa melakukan apapun. Kreativitas dan inovasi serta produktivitas seyogyanya harus tetap muncul dan dapat berjalan tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Seni, tradisi dan budaya merupakan bagian yang terdampak pandemi, namun demikian masih ada peluang untuk berbuat sesuatu dan melakukan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Salah satu kegiatan tahunan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, adalah Festival Budaya Agraris yang diselenggarakan kemarin (5/11) di Kota Malang. Festival mengambil tema Revitalisasi dan Reaktualisasi Budaya Daerah. Festival diikuti oleh 16 kabupaten/Kota yang ada di Jawa Timur utamanya dari kawasan utara. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan rutin tahunan Festival Budaya yang menjadi bagian dari program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur terlaksana dengan sistem sharing bersama dengan kabupaten-kabupaten se Jawa Timur.

Lokasi kegiatan diatur bergantian di masing-masing kabupaten, termasuk Kabupaten Pacitan. Dalam keterangan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan Daryono, mengatakan bahwa Kabupaten Pacitan kebagian untuk penyelenggaraan Festival Budaya Kawasan Selatan, yang nantinya akan diikuti oleh 8 Kabupaten sekitar yaitu, Trenggalek, Tulungagung, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Magetan, Nganjuk dan Pacitan sendiri.

Lebih lanjut Kadis berujar, bahwa festival budaya memiliki dampak positif tidak hanya sebagai aktualisasi dan apresiasi seni serta pelestarian budaya lokal, tapi juga dapat menjadi daya hidup (Vitality) ekonomi masyarakat kecil yang terdampak pandemi.

Dengan adanya pagelaran seni budaya, di sekitar lokasi pertunjukkan akan terjadi ajang transaksi usaha mikro, makanan, souvenir, jasa, dan lainnya. Hal ini akan dapat menjadi faktor pendorong kegiatan usaha UMKM kabupaten Pacitan.

Selain itu juga bisa menjadi daya ungkit tumbuhnya sektor pariwisata melalui berbagai ajang promosi pertunjukkan baik secara digital maupun non digital.

“Visi Bupati adalah Sejahtera dan Bahagia. Sejahtera masyarakatnya, bahagia masyarakatnya. Nah, salah satu indikator tercapainya visi misi tersebut dapat terlihat dengan adanya peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan seni budaya dalam hal ini, mampu menjembatani sekaligus berperan aktif dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Banyaknya keterlibatan masyarakat dalam acara festival menjadi bukti nyata adanya simbiosis yang saling menguntungkan antara seni budaya dan ekonomi kemasyarakatan,” pungkas Daryono (Dinaspendidikan/DiskominfoPacitan).

Guru Pacitan Menolak Menyerah Pada Corona

Bidang Pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat Pandemi Covid-19. Hampir selama 1,5 tahun, pembelajaran harus dilakukan dengan jarak jauh. Hal yang belum pernah dilakukan sejak Indonesia Merdeka.

Pada awal pandemi, Guru, Siswa, dan Orang tua belum siap melaksanakan metode baru ini. Berbagai terobosan dan inovasi belum mampu menggantikan pembelajaran secara tatap muka. Orang tua yang tidak punya basic pendidikan, “dipaksa” untuk menjadi guru dadakan di rumah.

Guru yang belum terbiasa menggunakan Teknologi Informasi, dipaksa untuk menggunakan zoom, google meet, google form, dan aplikasi-aplikasi lain.

Lambat laun hal ini menjadi kebiasaan. Guru yang semula gaptek, sekarang hampir semua memanfaatkan teknologi. Orang tua yang biasanya pasrah pendidikan anaknya kepada guru menjadi sadar bahwa pendidikan itu juga menjadi tanggung jawab bersama.

Sekolah yang selama ini tertutup tembok-tembok kelas, menjadi terbuka dengan sumber belajar yang bisa didapat dari dunia digital.
Pandemi boleh mengganggu fasilitas pendidikan, namun semangat dari guru, siswa, dan orang tua tidak luntur oleh Corona.

Pandemi seakan menjadi satu langkah mundur untuk ancang-ancang lompatan yang lebih jauh. Kini pendidikan sudah mulai pulih, sejak tanggal 1 September 2021, di Kabupaten Pacitan sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM-T).

Evaluasi terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan dan kesehatan. Jangan sampai pendidikan memunculkan cluster baru penyebaran Covid 19.

Dalam sambutannya pada saat Upacara Hari Guru Nasional, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh guru di Indonesia. Karena pandemi ternyata tidak memadamkan semangat para guru, tetapi justru menyalakan obor perubahan.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan, Daryono, mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru, orang tua, dan pemangku kebijakan atas kerjasamanya memulihkan kembali pendidikan.

Momentum peringatan Hari Guru Nasional tahun 2021 ini harus momen untuk introspeksi dan evaluasi apa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Guru harus berinovasi untuk menjaga kualitas peserta didik.

“Saya berharap kepada semua guru agar berbenah diri, mengevaluasi, dan menemukan inovasi yang tujuannya untuk menjaga kualitas pendidikan anak, supaya tidak terjadi loss learning”, ungkapnya.

Dindik akan berusaha untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru sesuai dengan misi Bapak Bupati yaitu meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (Dinas Pendidikan/DiskominfoPacitan).

Jaranan Pegon Semarakkan Pace Fest 2021

Guna menyemarakkan lagi gairah pariwisata di Pacitan, digelarlah kegiatan Pace Festival 2021, yang bertempat di pelataran Goa Gong, Punung. Agenda ini merupakan sinergi antara pariwisata dengan pertunjukan seni budaya. Selain itu juga digelar fashion show batik khas Pacitan yang diperagakan oleh siswa siswi SMKN 3 Pacitan dan SMKN Pringkuku.

Yang menarik perhatian adalah penampilan kesenian Jaranan Pegon oleh Kelompok Seni Kyai Menggung dari Kecamatan Arjosari. Kesenian asli Pacitan ini tentu menarik perhatian para pengunjung. Tentu ini merupakan awal yang baik untuk mempromosikan budaya Pacitan yang beragam.

Selain itu juga ditampilkan Karya tari dari Sanggar Sekar Arum dan Maharani, yang membuat Pace Festival 2021 ini menjadi semakin semarak.

Kegiatan ini mendukung misi ketiga Bupati Pacitan yaitu Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi melalui Sektor Agraris, Sektor Pariwisata, serta Sektor Unggulan Lainnya. Kemudian peningkatan kunjungan wisata yang harus didukung oleh semua stakeholder, salah satunya adalah seni dan budaya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pacitan Kabupaten Pacitan menyambut baik sinergi ini dan berharap agar berlanjut ke event-event berikutnya, tentu dengan tema yang disesuaikan dengan kearifan lokal. “Sesuai arahan Bapak Bupati, kami harus selalu hadir dalam menyukseskan pariwisata di Pacitan,” pungkas Daryono. (DindikPacitan/DiskominfoPacitan)

Tingkatkan SDM, Dindik Pacitan Luluskan 8 Stafnya di AKN

Ada yang berbeda pada wisuda ke-6 Akademi Komunitas Pacitan (AKN) hari ini (27/11). 8 orang yang diwisuda adalah pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan. Mereka telah menyelesaikan studi DII yang dijalaninya selama 2 tahun.

Menyambut program dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Pacitan dua tahun lalu, Dinas Pendidikan mengirim 8 pegawainya untuk mengikuti program DII di AKN. Diharapkan agar ada peningkatan kapasitas SDM di Dindik Pacitan.

Menilik pada perkembangan teknologi yang semakin cepat, memang dibutuhkan SDM yang dapat menguasai Teknologi Informasi. Agar pekerjaan di kantor yang selama ini dilakukan secara manual bisa ditransformasi menjadi pekerjaan yang berbasis TI.

Untuk itu kedelapan pegawai tersebut mengambil program studi TIK Jaringan Komputer. Hal ini sejalan dengan misi Bupati yaitu percepatan Reformasi Birokrasi.

Daryono, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan rasa gembiranya atas terselesaikannya study 8 pegawai Dindik. Pihaknya berharap agar ini menjadi contoh untuk pegawai yang lain untuk tidak berhenti untuk mencari ilmu. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar,” katanya.

Salah satu wisudawan yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan rasa haru dan syukur atas wisuda hari ini. “Tidak mudah untuk menyelesaikan program studi ini, apalagi di dengan usia yang tak lagi muda,” ungkapnya sembari terharu. (DindikPacitan/DiskominfoPacitan).

ANBK SD; 8 Hari, Full Daring, Sukses

Usai sudah salah satu hajat besar Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan di tahun ini, Asemen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Tentu hal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi Dinas Pendidikan, Guru, dan siswa. Untuk pertama kalinya, ujian/asesmen jenjang SD dilaksanakan secara full daring. Walaupun ada sedikit kendala namun secara umum seluruh tahapan dan pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

ANBK SD dilaksanakan selama 8 hari yang dibagi menjadi 4 gelombang mulai tanggal 15 sampai dengan 18 November (gelombang 1 dan 2) dan tanggal 22 sampai dengan 25 November (gelombang 3 dan 4).

ANBK sendiri bertujuan untuk pemetaan mutu pendidikan di sekolah. Mutu Pendidikan yang diukur meliputi 3 komponen yaitu, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Survey Karakter, untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non-kognitif, dan Survey Lingkungan Belajar, untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Yang menarik pada Asemen Nasional adalah tidak hanya siswanya yang “diuji” namun juga guru dan Kepala Sekolah. Untuk AKM dilakukan oleh siswa, Survey karakter oleh guru, dan survey lingkungan belajar oleh Kepala Sekolah.

Diharapkan dengan asesmen ini akan dihasilkan peta mutu yang lebih komprehensif.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Daryono menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini. Khususnya kepada Bupati Pacitan yang telah memberikan dukungan penuh dan dorongan moril kepada peserta didik agar tetap terus bersemangat dalam keterbatasan.

“ANBK ini sudah kita rancang selama setahun, persiapannya belum bisa maksimal karena pandemi. Namun saya menilai pelaksanaan ANBK 2021 ini sukses”, ungkapnya.

Selanjutnya hasil ANBK ini akan diolah oleh Kemendikbud yang nantinya akan menghasilkan profil mutu pendidikan sekolah. Hal ini sejalan dengan misi kedua Bupati yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan akses dan mutu pendidikan

Sat-Set; Tingkatkan Kinerja, Pendapatan Bertambah

Sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan mengikuti Lokakarya Pembekalan Tim Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Dalam Rencana Kerja Untuk Mengoptimalkan DID Tahun 2022 dan 2023.

Agenda tersebut dilaksanakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pacitan dan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK), Malang hari ini (10/11).

Lokakarya tersebut bertujuan untuk membekali peserta terkait indikator yang perlu dioptimalkan guna berkompetisi mendapatkan DID. Terdapat 5 Kinerja Utama dan 18 Kategori Kinerja yang menjadi indikator penilaian DID yang harus dipahami.

Dalam paparannya, Nurcholis, Tenaga Ahli Public Finance Management menyampaikan bahwa tahap awal yang harus dilakukan adalah membentuk Tim DID Kabupaten. Mereka nantinya bertugas mencermati dan mengoptimalkan capaian indikator kinerja DID.

Daryono, Kepala Dindik yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan komitmennya mendukung pemerintah daerah, dengan mengarahkan program dan kegiatan Dindik untuk pencapaian Indikator DID.

Sedang indikator kinerja Dindik yang mendukung penilaian DID adalah Angka Partisipasi Murni dan Peta Mutu Pendidikan. “Kami akan mengerahkan sumber daya yang ada untuk meningkatkan indikator tersebut,” ujar Daryono.

Sementara itu Dindik juga akan memfokuskan anggaran dinas untuk membiayai kegiatan yang mendukung indikator DID, sehingga cita-cita Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji untuk Mewujudkan pembangunan dan peningkatan daya saing SDM yang kukuh yang berpijak pada nilai-nilai agama dan budaya bangsa bisa terwujud.

“Intinya DID itu didapatkan dengan dengan cara berkompetisi. Semakin baik indikatornya maka semakin banyak dapatnya,” tambah Dia. Mengingat kondisi pendapatan daerah yang semakin menurun karena pandemi, maka dana reward dari pusat berupa DID akan menjadi berkah tersendiri bagi Kabupaten Pacitan. (DindikPacitan/DiskominfoPacitan).

dindikpacitan #dinaspendidikanpacitan

https://www.instagram.com/p/CWFOet0PNax/?utm_medium=share_sheet

Pengumuman Seleksi PPPK Guru Tahap Pertama : 53,7% Lulus

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengumumkan Hasil Seleksi Ujian Pertama Guru ASN PPPK Tahun 2021 (8/10). Sebanyak 53,7% (173.329 guru honorer) lulus ujian pertama dari total pelamar sejumlah 322.665 guru. Guru honorer yang lulus akan segera diangkat menjadi guru PPPK, sedangkan yang belum lulus bisa mengikuti seleksi tahap kedua dan ketiga. Pemerintah memberlakukan kebijakan afirmasi dan penyesuian ambang batas sebagai bentuk keberpihakan kepada guru honorer. Untuk peserta yang berusia di atas 50 tahun mendapatkan afirmasi berupa 100% dari nilai maksimal kompetensi teknis dan 10% dari nilai maksimal manajerial sosiokultural dan wawancara. Pemerintah juga memberikan afirmasi 10% dari nilai maksimal kompetensi teknis untuk semua peserta seleksi. Peserta seleksi dapat melihat informasi kelulusan melalui https://gurupppk.kemdikbud.go.id/hasil_tahap_1/ dengan memasukkan NIK dan nomor peserta. Dalam sambutannya, Mendikbudristek mengucapkan selamat kepada guru yang lulus seleksi tahap pertama dan berpesan kepada peserta yang belum lulus agar lebih rajin belajar agar bisa lulus pada tahapan selanjutnya